tiba-tiba tak ada kabar.. sedikitpun.. padahal hari sebelumnya, lebih dari 10 pesan telah masuk di inbox hingga lambang mesages mati-idup dibuatnya, pertanda kotak masukku tak lagi mampu menampung pesan..
lewat seminggu sudah,, sms dan telpon tak digubrisnya.. semua seolah-olah nomor asing yang tak dikenalnya..
kembali merenungkan kesalahan apa yang aku telah kulakukan padanya.. seingatku, hanya ada masalah sepeleh dengannya.. ketika ia ku tegur karna ingkar terhadap takdirnya.. itupun sudah aku closing dengan ucapan maaf..
masih dalam perenungan, kupaksa kepala ini mengingatnya baik-baik.. seingatku lagi, sebelumnya ia sempat menyuruhku menelpon keluargaku untuk mengabari bahwa aku sakit dan memintaku istrahat..
hmm,, akhirnya,, setelah 2 minggu berlalu sbuah pesan masuk.. berkata isi pesan “maaf,, everything is oke.. tidak ada yg marah.. hanya enggan berdebat”
pesan lekas kubalas dengan sbuah pertanyaan.. dan skali lagi dia menghilang ditelan aktivitasnya yang seolah-olah seorang ibu pejabat beneran..
satu ketika, sebuah syair motivasi menyadarkanku dari perenunganku,,
Berhati-hatilah dengan perasaan pria
yang sedang mendekati seorang wanita..
yang dikiranya memiliki kualitas pribadi
yang akan menjadi belahan jiwanya,
menjadi istri dan ibu dari anak-anaknya.
Pada masa awal itu,
pria biasanya mudah goyah rasa kemapanannya,
mudah minder dan tersinggung.
Sehingga,
Berlaku genit dan mesra kepada banyak pria, akan membuatnya cemburu,
dan bereaksi tajam menjauhkan diri. (MT)
….
seolah-olah kali ini pesan itu turun langsung dari langit sebagai pertanda Tuhan Yang Maha Penyayang tak tega melihatku dalam kebingungan.. syair itu membukakan mataku dan menyadarkanku bahwa ada kesalahan fatal yang kulakukan dulu.. yah,, aku ingat, jelas sekrang, aku jalan bersama orang lain yang juga dikenalnya.. meski tak dilihatnya tapi dia mendengar itu.. dan dia percaya itu karna aku mengakuinya..
oh.. GoD betapa aku khilaf dan lama menyadari hal itu..
Syair itu menjelaskan dengan sangat rinci perilaku seorang pria terhadap wanita yang telah dianggapnya sempurna sebagai istri dan ibu dari anak-anaknya, yang manghilang karna perilaku genit si wanita.. dan bukankah, hal itu pula berlaku bagi wanita,, yang jika telah menganggap seorang pria yang bla bla bla dan bla bla bla… aku tak mampu meneruskanya..
segera ku kirim sebuah pesan,, agar dia mau menegur dan mengucapkan kesalahanku tersebut.. padahal, mana ada wanita yang mau dikatakan marah karna cemburu.. lagi lagi aku melakukan kesalahn bodoh.. dan sekali lagi, aku tak digubrisnya..
tepat sembilan hari kemudian, aku coba mengirimkan pesan lagi.. tapi kali ini, ku awali dengan kalimat,, aku menyerah dan bercerita banyak hal dipesan itu,, hingga tak sadar aku kalo itu sudah 6 halaman… dipesan itu intinya, aku lelah dan mau berhenti saja dari semua hal yang penuh ketidakjelasan ini.. (sifat nmor 5 ku yang susah hilang,,, aku sejak dulu lebih suka mundur dan lari dari masalah hati daripada menghadapinya, atau terus memotiviasi untuk bergerak menghadapi itu…)
tapi, ternyata diluar dugaanku pesan itu berbuah hasil.. yah,, pesan itu terbalas,, yah, pesan 6 halamanku itu tidak sia-sia kubaca berulang-ulang dan ku cermati kata demi katanya agar tidak menyakiti pembacanya kelak.. dan setelah kubuka balasan pesan itu dengan berdebar debar,, seketika isi pesan darinya itu meredakan luapan kegembiraanku.. yah bagaimana tidak, dia hanya menuliskan tak lebih 10 kata, dan itu tertulis rapi seperti ini, “maaf, aku tak bisa menemukan maksud pesan ini”
Bersambung…